Jumat, 15 November 2019

Ijazah aholawat maal

IJAZAH SHOLAWAT MAAL (HARTA)

أَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلاَةً يَكْثُرُ بِهَا مَالِيْ وَيَسْتَقِيْمُ بِهَا حَالِيْ وَعَلٰى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلِّمْ


Allahumma Shalli Alaa Sayyidinaa Muhammadin Sholaatan Yaktsuru Bihaa Maalii Wa Yastaqimu Bihaa Haalii Wa Alaa Aalihii Washohbihii Wasallim.

Artinya : "Ya Allah limpahkan sholawat kepada Junjungan kita Nabi Muhammad, dengan barokah sholat ini mohon dibanyakkan hartaku dan diistiqomahkan ibadahku, sholawat juga untuk keluarga dan para sahabat beliau".

Sholawat ini didapat melalui sebuah ilham langsung yang diajarkan oleh Allah kepada KH.Achmad Qusyairi Siddiq waliyullah, diteruskan oleh waliyullah KH Abdul Hamid bin Abdillah Pasuruan Jawa timur. Dan tertulis dalam kitab kumpulan sholawat pilihan WASILATUL HARRIYAH yang ditulis oleh Al-Mukarrom KH Achmad Qusyairi Siddiq.

Sholawat ini untuk mengatasi masalah kemiskinan, hutang, dan ingin banyak harta namun juga bagus ibadahnya serta akhlaqnya. Karena banyak orang yang setelah mendapatkan kekayaan dia menjadi malas beribadah dan kikir.

Fadhilah dan keutamaan sholawat ini akan membawa pembacanya :

- Senang membaca sholawat dan dapat semua fadilah sholawat, antara lain hatinya tenang, diampuni segala dosanya, diberi banyak pahala, Allah dan para malaikat cinta dan bersholawat kepadanya, serta dijauhkan dari su’ul khotimah, siksa kubur dan neraka.

- Yakin segala hajat dunia akan dikabulkan, segera terhindar dari masalah kemiskinan, tekanan hutang dan diganti dengan kecukupan, kekayaan, dan senang bersholawat, ibadah dan shodakoh/infak/zakat.

- Tidak tertarik lagi dengan mengejar kecukupan dan kekayaan dengan cara tidak halal baik pesugihan, togel, menipu, mencuri, korupsi, dan lain sebagainya.

BAGI YANG KEPEPET KEUANGAN ATAU TERTEKAN HUTANG DIJAMIN DUA MALAM AKAN TERATASI. RIZKI YANG DI USAHAKAN ATAU YANG TAK TERDUGA AKAN MUDAH DATANG. DAN JIKA DIBACA RUTIN TIAP MALAM MINIMAL 100 KALI MAKA AKAN SEGERA BERKECUKUPAN SERTA KAYA HARTA DAN IBADAH.

Cara dan syarat mengamalkan : Bertawassul kepada Nabi Muhammad SAW seperti yang tertulis dalam kitab tawassul, terutama tawassul kepada Syekh Abdul.Qodir JaelaniKH Achmad Qusyairi dan KH Abdul Hamid bin Abdillah waliyullah.

Shalawat dibaca di malam hari habis sholat hajat 100 kali. Jika mampu dan ingin segera terkabul hajatnya baca 1000 kali. Dianjurkan baca sambil aktivitas, di semua waktu dan boleh batal wudhu. semakin banyak baca semakin baik dan segera terkabul.

JANGAN TUNDA TUNDA LANGSUNG DIAMALKAN AGAR BERKECUKUPAN SELAMANYA TERHINDAR DARI KEMISKINAN DAN HUTANG. DAN SELALU TENTRAM BAHAGIA DI DUNIA AKHIRAT.

Semoga Bermanfaat, Barokallahu Fik...

Sumber : majelis almunawwarah abuya syeikh arifin bin ali bin hasan

Nasihat abuya syeikh arifin bin ali bin hasan

Butir - Butir Nasehat

بسم الله الرّحمن الرّحيم
Sekedar butir - butir nasehat dari guru Hadratus Syeikh Arifin bin Ali bin Hasan saya yang mungkin bermanfaat buat semuanya.

  • Berpegang teguhlah pada kitabullah Al-Qur'an dan hadits Nabi SAW (Ahlus Sunnah Wal Jama'ah).
  • Berusahalah shalat berjama'ah / istiqamah.
  • Berusahalah untuk mengamalkan wudlu / bersuci.
  • Berbaktilah / taat kepada orang tua.
  • Berhikmalah kepada ulama' / ahlul bait / keluarga Rasulullah SAW dan mengasihi kepada orang fakir miskin.
  • Berjuanglah di jalan Allah SWT
  • Yakinlah dengan janji Allah dan jangan putus asa dengan rahmat allah
  • Jadilah orang yang rendah hati / tawadlu'.
  • Jangan putuskan tali silaturrahim.
  • Duduklah di majelis ilmu, tilawatil qur'an, dzikir dan shalawat.
  • Mudahkanlah urusan orang lain maka urusanmu akan dimudahkan oleh Allah SWT.
  • Jadikanlah dirimu memiliki kasih sayang pada semua mahluknya.
  • Jadikanlah taubat sebagai prinsip hidupmu.
  • Jadikanlah dirimu takut dan berharap kepada Allah SWT.
  • Berusahalah mencari rejeki yang halal.
  • Janganlah sibuk mencari aib orang lain, sehingga melupakan aib diri sendiri.
  • Orang yang berakal selalu menyiapkan bekal untuk mati / akhirat.

Washiyatul Mustafa

Washiyatul Musthofa

بسم الله الرّحمن الرّحيم

Dinukil dari kitab 'Washiyatul Musthofa' (Indahnya Wasiat NABI) karya Syeikh Abdul Wahhab Asy-Sya'roni

Wasiat Nabi Seputar Halal dan Haram 
  1. Hai Ali barangsiapa yang memakan (makanan dan minuman) yang halal maka agamanya akan menjadi bersih hatinya akan menjadi lunak dan doanya tidak akan terhalang.
  2. Hai Ali barangsiapa yang memakan (makanan dan minuman) yang subhat maka dia akan menjadi ragu terhadap keyakinan agamanya, dan hatinya akan menjadi gelap. Dan barangsiapa yang memakan (makanan dan minuman) yang haram maka hatinya akan mati, agamanya ringkih, keyakinannya akan melemah, Allah SWT Menghalangi doanya, dan menjadi sedikit ibadahnya.
  3. Hai Ali jika Allah SWT sudah murka kepada seseorang maka Allah SWT akan memberinya rezeki yang haram. Dan jika kemurkaan Allah SWT kian bertambah maka Allah SWT akan mempersilahkan setan untuk membantu mengurusi kekayaannya, membantunya (memperoleh harta) dan menyibukkannya pada urusan dunia dari urusan agama sekaligus (setan) menjadikannya bisa menyepelekan masalah agama. Hingga ia berkata bahwa 'Allah itu Maha Pengampun dan Penyayang.
  4. Hai Ali tidaklah seseorang yang pergi mencari sesuatu yang haram melainkan setan akan menemaninya, tidaklah seseorang (yang pergi mencari sesuatu yang haram) dengan menaiki kendaraan melainkan setan akan membuntutinya, tidaklah seseorang orang yang mengumpulkan harta haram melainkan setan nanti yang akan memakan (hartanya). Dan tidaklah seseorang yang lupa mengingat nama Allah SWT ketika berhubungan dengan istrinya melainkan setan akan bergabung dengannya dalam memperoleh keturunan. Demikianlah (yang dimaksud dengan firman Allah SWT) "Dan bersekutulah mereka pada harta dan anak-anak serta beri janjilah mereka".
  5. Hai Ali Allah SWT tidak akan menerima sholat seseorang tanpa berwudhu dan tidak menerima pula sedekah dari harta yang halal.
  6. Hai Ali seseorang mukmin akan terus bertambah meningkat agamanya selama ia tidak memakan sesuatu yang haram, Dan barangsiapa yang menjauhi Ulama maka (lambat laun) hatinya akan mati, dan matanya akan buta dari taat kepada Allah SWT.
  7. Hai Ali barangsiapa membaca al-qur'an namun tidak menghalalkan apa yang dihalalkan didalamnya dan tidak mengharamkan apa yang diharamkan didalamnya maka ia tergolong sebagai orang-orang yang membuang kitab Allah SWT kebelakang punggungnya.
Wasiat Nabi Seputar Wudhu dan Sholat
  1. Hai Ali berusahalah untuk menyempurnakan wudhu, karena sesungguhnya wudhu itu merupakan separuh dari iman, dan jika kamu berwudhu janganlah berlebih-lebihan dalam pemakaian air, dan jika kamu selesai dari bersuci maka bacalah "Innaa Anzal naahu fii lailatil qadr." (Surat Al-Qadr 10x) setelah membasuh kedua kaki maka Allah SWT akan menghilangkan kesusahanmu.
  2. Hai Ali jika kamu telah selesai dari bersuci (berwudhu) maka ambillah air lalu usapkanlah kelehermu dengan kedua tanganmu lalu bacalah "Subhaanaka Allaa humma wa bihamdika asyhadu an laailaaha ilaa anta wahdaka laasyaarika laka as taghfiruka wa atuubu ilaika". 
  3. Hai Ali sesungguhnya malaikat akan terus memohonkan ampun untuk seseorang selama seseorang itu dalam keadaan suci tidak berhadas.
  4. Hai Ali barangsiapa yang mandi pada hari jumat maka Allah SWT akan mengampuninya antara jumat itu dengan jumat yang akan datang. Dan Allah SWT menjadikan amaliah tersebut sebagai pahala dalam kuburnya dan akan memperberat timbangan (amal kebajikannya)
  5. Hai Ali tetapkanlah untukmu bersiwak sebab dalam bersiwak ada 24 faedah baik bagi agama maupun dalam tubuh.
  6. Hai Ali tetapkanlah untukmu sholat (tepat pada waktunya) karena sesungguhnya (sholat tepat pada waktunya) adalah merupakan induk segala fadilah dan merupakan hal yang menonjol dalam setiap ibadah. 
  7. Hai Ali malaikat jibril berangan-angan ingin menjadi manusia karena 7 hal:
    1. Ingin sholat 5 waktu bersama imam 
    2. Ingin berkumpul dengan ulama
    3. Ingin menjenguk orang sakit
    4. Ingin mengantarkan jenazah
    5. Ingin memberi minum orang yang haus
    6. Ingin mendamaikan dua orang (yang berselisih) 
    7. Dan ingin memuliakan tetangga dan anak yatim. untuk itu peliharalah amal-amal tersebut.
  8. Hai Ali Sholatlah (tahajud) dimalam hari meskipun hanya sebentar seperti lamanya memeras susu, sebab orang yang mengerjakan sholat malam itu paling bagus wajahnya. 
  9. Hai Ali ketika kamu takbir dalam sholat maka renggangkanlah jari-jarimu dan angkatlah kedua tanganmu setinggi kedua pundakmu, dan bila kamu telah takbir maka letakkanlah tangan kananmu diatas tangan kiri, dibawah pusar. Apabila engkau ruku' maka letakkanlah kedua tanganmu diatas kedua lututmu, dan renggangkanlah jari-jarimu.
  10. Hai Ali kerjakanlah sholat subuh sedikit agak siang dan kerjakanlah sholat maghrib sesudah matahari terbenam lewat sepanjang memerah susu. Sesungguhnya yang demikian tersebut adalah perbuatan para Nabi.
  11. Hai Ali tetapkanlah bagimu sholat berjamaah karena sesungguhnya (pergi) sholat berjamaah itu menurut Allah SWT sama dengan melakukan berpergian melaksanakan haji dan umroh. Dan tiada seseorang yang senang sholat berjamaah melainkan orang-orang yang benar-benar mukmin yang dicintai Allah SWT, dan tiada pula seseorang yang tidak suka berjamaah melainkan hanya orang munafik yang dibenci Allah SWT.
  12. Hai Ali seorang hamba yang paling dicintai Allah SWT adalah hamba yang sujud kepada-Nya dengan membaca "Rabbi innii dlalamtu nafsii faghfirlii dzambii fa innahu laa yaghfirudz dzunuuba illa anta". (Ya Tuhanku, Sesungguhya aku telah menganiaya diriku sendiri, maka ampunilah dosaku karena tidak ada yang bisa mengampuni dosa-dosa kecuali engkau).
  13. Hai Ali kerjakanlah sholat dhuha baik dalam waktu berpergian maupun tidak (mukim dirumah). Sebab pada hari kiamat nanti ada sebuah seruan yang datang dari atas surga, "dimanakah orang-orang yang selalu sholat dhuha?, masuklah kalian kedalam surga dari pintu Ad-Dhuha dengan selamat dan aman." dan Allah SWT tidak mengutus seorang Nabi kecuali beliau diperintahkan untuk mengerjakan sholat dhuha. Dalam Hadits Qudsi Allah SWT berfirman "Wahai anak Adam jangan sekali-kali kau malas mengerjakan 4 rakaat pada permulaan siang (sholat dhuha)" nanti akan aku cukupi kebutuhanmu pada sore harinya (HR. Al-Hakim dan Thabrani). 
  14. Hai Ali diantara kemuliaan seorang mukmin adalah (terletak pada) 
    1. Istri yang taat, 
    2. Sholat berjamaah, 
    3. Para tetangga yang menyukainya.
Wasiat Nabi Seputar Puasa
  1. Nabi SAW bersabda: "Barangsiapa yang berpuasa ramadhan serta meninggalkan hal-hal yang haram dan tidak melakukan kebohongan maka Allah SWT akan meridhoinya dan wajib baginya masuk surga.
  2. Hai Ali barangsiapa yang melanjutkan puasa ramadhan dengan puasa 6 hari dalam bulan syawal, maka Allah SWT akan mencatatnya (sama seperti) puasa selama satuh tahun penuh.
Wasiat Tentang Shadaqah
  1. Hai Ali sesungguhnya para wali Allah SWT itu tidak memperoleh kelapangan rahmat dan ridha Allah SWT lantaran banyaknya ibadah yang mereka lakukan, tetapi mereka memperoleh rahmat dan ridha Allah SWT itu lantaran kedermawanan hati mereka, dan sikap mereka yang meremehkan harta dunia. 
  2. Hai Ali dermawan (bisa menyebabkan) dekat dengan Allah SWT, dekat dengan rahmatnya, dan jauh dari azabnya. Sedangkan sifat kikir bisa menyebabkan jauh dari Allah SWT, jauh dari rahmatnya, dan dekat dengan siksanya. 
  3. Hai Ali aku telah melihat sebuah tulisan di atas pintu surga: "Anta muharromatun 'alaa kulli bakhiilin wa 'aaqin wa nammaamin.Engkau (Surga) diharamkan kepada semua orang yang pelit, yang menyakiti kedua orang tua dan tukang fitnah.
  4. Hai Ali ketika Allah SWT menciptakan surga, maka surga itu berkata: "Ya Tuhanku, untuk siapakah Engkau ciptakan aku?" Allah SWT berfirman: "engkau diciptakan untuk orang yang dermawan dan orang yang bertaqwa", maka surga berkata: "aku rela (untuk mereka)". Dan Neraka berkata: "Ya Tuhanku, untuk siapakah Engkau ciptakan aku ?", Allah SWT berfirman: "Kamu diciptakan untuk setiap orang yang kikir dan orang yang sombong", maka neraka berkata: "aku rela untuk mereka berdua (yang kikir dan yang sombong)".
  5. Hai Ali barangsiapa yang memerangi hawa nafsunya, maka surga menjadi tempatnya dan barangsiapa yang tunduk (patuh) kepada hawa nafsunya, maka jahannam menjadi tempatnya.
  6. Hai Ali takutlah mendoakan yang tidak baik kepada orang dermawan, karena orang dermawan bila salah, Allah SWT memegang tangannya (menunjukkan ke jalan yang baik).
  7. Hai Ali barangsiapa memberi makan kepada orang islam dengan senang hati, maka Allah SWT menuliskan baginya (pahala) beribu-ribu kebaikan, menghapus beribu-ribu keburukan dan mengangkat seribu derajatnya.
  8. Hai Ali cintailah saudaramu sebagaimana engkau mencintai dirimu sendiri
  9. Hai Ali carilah kebaikan dengan wajah yang cerah, dan muliakanlah tamu, karena sesungguhnya apabila tamu itu berhenti pada suatu kaum, maka turunlah rezeki beserta tamu itu, dan apabila tamu itu berangkat (pulang), maka pulangnya tamu itu dengan membawa dosa-dosa pemilik rumah tersebut, kemudian dosa tersebut dilemparkan ke dalam laut.
  10. Hai Ali para malaikat tidak mau memasuki rumah yang didalamnya ada gambar-gambar hewan atau patung atau ada anak yang menyakiti kedua orang tuanya atau rumah yang belum pernah dimasuki tamu.
  11. Hai Ali kerjakanlah yang ma'ruf, walaupun serta orang-orang Safalah, Ali berkata: "Ya Rasulullah, siapakah orang - orang safalah itu?" Rasulullah SAW bersabda: "Safalah itu adalah orang yang apabila diberi nasehat dia tidak menerima nasehat tersebut, dan apabila dilarang dia tidak berhenti, dan tidak memperhatikan apa yang dia katakan dan apa yang dikatakan kepadanya".
  12. Hai Ali Shadaqah rahasia itu dapat memadamkan marah Allah SWT dan membawa berkat dan rezeki yang banyak. Dan bersegeralah / pagi-pagi mengerjakan shadaqah, karena sesungguhnya bala / cobaan itu turun sebelum waktu pagi, maka shadaqah itu menolak qodho di udara.
  13. Hai Ali apabila kamu bershadaqah, maka bershadaqalah dengan apa yang paling baik yang ada padamu, karena sesungguhnya shadaqah sesuap dari barang halal lebih dicintai Allah daripada 100 mitsqol emas dari sumber yang haram, dan shadaqah yang kamu lakukan sebelum matimu lebih utama daripada 100 mitsqol emas yang dishadaqahkan sesudah kematianmu. Allah SWT berfirman: "Pada hari manusia melihat apa yang telah diperbuat oleh kedua tangannya". (Qs. An-Naba 78:40)
  14. Hai Ali bershadaqalah untuk orang yang telah mati diantaramu, karena sesungguhnya Allah SWT telah mewakilkan kepada para Malaikat untuk membawa shadaqah-shadaqah orang yang hidup kepada mereka yang sudah mati, maka mereka (orang-orang yang sudah mati) itu sangat bergembira melebihi kegembiraan waktu di dunia dan mendo'akan: "Ya Allah, ampunilah orang yang telah menerangi kuburan kami dan berilah ia kegembiraan dengan surga sebagaimana ia telah menggembirakan kami dengan shodaqoh".
  15. Hai Ali beramallah dengan ikhlas karena Allah SWT, karena sesungguhnya Allah SWT tidak akan meneriman kecuali orang yang ikhlas karena-Nya. Allah SWT berfirman: "Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya, maka hendaklah ia mengerjakan amal yang sholeh dan janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam beribadah kepada Tuhannya". (Qs. Al-Kahfi: 110)
Wasiat Seputar Do'a, Istighfar, Al-Qur'an dan Dzikir

  1. Hai Ali kamu harus tetap berdo'a di antara adzan dan iqamah, karena berdo'a pada waktu itu tidak akan ditolak.
  2. Hai Ali jangan mengereskan bacaanmu dan do'amu ditempat orang-orang yang sedang sholat, karena yang demikian itu merusak atas mereka akan sholatnya.
  3. Hai Ali barangsiapa yang berdzikir kepada Allah SWT diwaktu sebelum fajar, sebelum terbit matahari dan sebelum terbenam matahari maka Allah SWT malu (tidak akan) menyiksanya dengan neraka.
  4. Hai Ali apabila kamu telah selesai sholat (subuh) maka duduklah di tempat sholatmu hingga terbit Matahari, maka sesungguhnya Allah SWT menuliskan untuk orang yang duduk di tempat sholatnya pahala ibadah Haji dan Umroh atau pahala memerdekakan budak sahaya atau pahala shadaqah seribu dinar di jalan Allah SWT.
  5. Hai Ali barangsiapa yang membaca tiap hari 25 kali "Astaghfirullahal 'azhiim lii wa li waalidayya wa lijamii 'ilmuslimiina wal muslimaati wal mu'miniina wal mu'minaati al ahyaa i minhum wal amwaat". (Aku memohon ampunan kepada Allah SWT Yang Maha Agung untuk aku dan ibu bapakku, semua muslimin dan muslimat, dan mu'minin dan mu'minat, baik yang masih hidup atau yang sudah mati di antara mereka). Maka ia dicatat oleh Allah SWT tergolong di antara wali-wali-Nya.
  6. Hai Ali barangsiapa yang membaca tiap hari 10 kali "Laa ilaaha illallaah qobla kulli ahadin laa ilaaha illallaah ba'da kulli ahadin laa ilaaha illallaah yabqoo rabbunaa wa yafnaa kullu ahadin" (Tiada Tuhan selain Allah SWT sebelum semua perkara, tiada Tuhan selain Allah SWT sesudah semua perkara, tiada Tuhan selain Allah SWT Maha Kekal Tuhan kami dan rusak (binasa) semua perkara). Maka tidak tertinggal seorangpun Malaikat yang ada di langit, melainkan (semuanya) memohonkan ampun untuk orang itu.
  7. Hai Ali barangsiapa yang membaca "Allahumma baarik lii fil mauti wa fii maa ba'dal mauti". (Ya Allah, limpahkanlah keberkatan kepadaku di saat mati, dan didalam perkara sesudah mati), maka Allah SWT tidak akan menghisab kepadanya apa-apa yang telah dikerjakannya ketika di dunia. Dan barangsiapa yang membaca Takbir (Allahu Akbar) 100 kali pada waktu sebelum terbit matahari dan 100 kali sebelum terbenam matahari, maka Allah SWT mencatat untuknya pahala 100 ahli ibadah dan 100 orang yang perang di jalan Allah SWT. Dan Barangsiapa yang membaca shalawat kepadaku setiap hari atau malam sebanyak 100 kali, maka mesti ia mendapatkan syafaatku. Dan adapun memperbanyak istighfar itu adalah benteng dari api neraka untuk orang-orang yang bertaubat.
Wasiat Seputar Kebenaran dan Persahabatan
  1. Hai Ali kamu harus benar walaupun ia menyempitkan / menyusahkan kepadamu di waktu dekat / sekarang, maka benar itu akan bermanfaat kepadamu di waktu yang akan datang dan, dan janganlah kamu berdusta walaupun ia bermanfaat kepadamu di waktu sekarang, maka dusta itu akan menyulitkanmu di waktu yang akan datang.
  2. Hai Ali barangsiapa yang banyak berdosa maka hilang kebaikannya / kewibawaannya.
  3. Hai Ali kamu harus tetap berkata benar, menjaga perkataan, menjaga amanat, bermurah hati dan menjaga perut.
  4. Hai Ali seburuk-buruk teman ialah teman yang melalaikan didalam urusan temannya dan suka membukakan rahasia temannya.
  5. Hai Ali seribu teman itu (terasa) sedikit dan satu musuh itu (terasa) banyak.
  6. Hai Ali untuk sebuah persahabatan memiliki tanda-tanda, ia menjadikan hartanya di bawah hartamu, menjadikan dirinya dibawah dirimu dan menjadikan kehormatannya di bawah kehormatanmu (artinya mementingkan dirimu dari pada dirinya sendiri).
Wasiat Seputar Taubat
  1. Hai Ali tidak dikatakan taubat bagi orang yang taubat sebelum membersihkan isi perutnya dari yang haram dengan cara kasabnya yang baik.
  2. Hai Ali apabila seorang alim itu tidak bertaqwa, maka nasehatnya menutupi hati manusia, sebagaimana tetesan air hujan di atas telur burung unta dan batu yang licin.
  3. Hai Ali apabila empat puluh pagi berlalu kepada seorang mu'min sedang ia tidak berkumpul dengan para Ulama, maka hatinya akan menjadi keras, dan ia akan berani untuk melakukan dosa-dosa besar, karena sesungguhnya ilmu itu menghidupkan hati.
  4. Hai Ali sesungguhnya Allah SWT tidak segan untuk menyiksa orang kaya yang mencuri dan menyiksa seorang Alim yang fasik.
Wasiat Seputar Memelihara Lisan
  1. Nabi SAW bersabda: Janganlah kamu membicarakan aib seseorang yang ada padanya, maka tida ada satupun daging melainkan didalamnya ada tulang, dan tidak ada kafarat (untuk menghapus dosa) ghibah sehingga meminta dihalalkan kepada orang yang di ghibahnya atau memohonkan ampunan (kepada Allah SWT) untuk orang yang di ghibah.
  2. Hai Ali Allah SWT tidak menciptakan apa yang ada pada manusia lebih utama daripada lisan (bahasa / ucapan), sebab lisan manusia masuk surga dan masuk neraka, maka penjarakanlah (jagalah) lisan itu olehmu, karena lisan itu ibarat anjing gila.
  3. Hai Ali janganlah kamu mengutuk orang islam atau binatang yang melata, maka akan kembali kutukan itu kepadamu sendiri.
Wasiat Seputar Rasa Malu
  1. Nabi SAW bersabda: Agama itu semuanya ada didalam rasa malu, dan adapun rasa malu itu adalah kamu harus memelihara kepala dan apa yang tercakup didalamnya, dan memelihara perut dan yang terkandung didalamnya.
Wasiat Seputar Wara'
  1. Nabi Saw bersabda: Hai Ali tidak punya agama orang yang tidak ada rasa takut (kepada Allah SWT), dan tidak punya akal bagi yang tidak terpelihara dari dosa, dan tidak ada iman bagi orang yang tidak wara' (berhati-hati), dan tidak diterima ibadah bagi seseorang yang tidak punya ilmu, dan tidak punya adab baik bagi orang yang tidak shadaqah, dan tidak aman bagi orang yang tidak punya rahasia, dan tidak bertaubat bagi orang yang tidak ada taufiq, dan tidak ada kedermawanan bagi orang yang tidak ada rasa malu.
  2. Hai Ali barangsiapa yang tidak menjauhkan diri dari dosa, maka perut bumi lebih baik baginya daripada punggungnya (punggung bumi), karena sesungguhnya tidak ada iman didalam hatinya.
  3. Hai Ali pangkal wara' itu adalah meninggalkan yang haram dan apa yang diharamkan Allah, dan pangkal kemuliaan adalah didalam meninggalkan maksiat.
  4. Hai Ali sesungguhnya seseorang dengan budi pekerti yang baik bisa sampai kepada derajat orang yang berpuasa yang tetap beribadah serta perang di jalan Allah SWT.
  5. Hai Ali jadilah orang yang manis budi, karena sesungguhnya Allah SWT mencintai orang-orang yang manis budi dan membenci orang yang masam budi yang keji wajahnya.
  6. Hai Ali pangkal ibadah adalah berdiam diri tidak berbicara kecuali dari dzikir kepada Allah SWT.
  7. Hai Ali banyak tidur itu mematikan hati dan menghilangkan kewibawaan, dan banyak dosa itu mematikan hati dan menimbulkan penyesalan.
  8. Hai Ali barangsiapa yang diberi kenikmatan oleh Allah SWT maka bersyukur, diberi cobaan / ujian maka bersabar, dan apabila dia berdosa ia beristighfar, niscaya ia masuk ke surga dari pintu mana saja yang ia kehendaki.
  9. Hai Ali janganlah kamu terlalu bangga, sesungguhnya Allah SWT tidak menyukai orang-orang yang terlalu membanggakan diri, dan tetaplah kamu berduka cita, karena sesungguhnya Allah SWT menyukai semua orang yang berduka cita.
  10. Hai Ali tidak ada satu haripun melainkan ia (hari itu) berkata: 'Hai anak Adam, aku ini adalah hari yang baru dan yang menjadi saksi atas amalmu, maka perhatikanlah apa yang kamu kerjakan'.
Wasiat Seputar Tercelanya Dunia
  1. Nabi SAW bersabda: Hai Ali jauhkan dirimu dari ulyatul maut, yaitu tidak ingatnya orang-orang melainkan kepada duniawi, Ali berkata: siapakah mereka ya Nabiyallah?, Nabi SAW bersabda: (Mereka itu) adalah orang-orang yang kaya raya dan orang-orang yang mencintai dunia yang kamu akan melihat mereka bersiap untuk mengumpulkan duniawi bagaikan menjumpainya seorang ibu kepada anaknya. Mereka itulah orang-orang yang rugi di hari esok (hari kiamat)
Wasiat Seputar Hal Ihwal Manusia Disisi Allah SWT
  1. Nabi SAW bersabda: Hai Ali sebaik-baik manusia disisi Allah SWT adalah yang paling berguna di antara manusia kepada orang lain, dan seburuk-buruk manusia di sisi Allah SWT adalah orang yang panjang umurnya buruk amalnya, dan sebaik-baik manusia adalah orang yang panjang umurnya baik amalnya, dan manusia yang sangat dibenci Allah SWT ialah orang yang makan sendiri serta tidak memperhatikan / memberi kepada orang lain (yang lapar), dan suka memukul hamba sahayanya, dan memuliakan orang kaya serta menghinakan orang faqir, dan yang sangat buruk diantara orang itu adalah orang yang hidupnya didalam haram, matinya didalam haram, dan yang sangat buruk diantara orang itu adalah orang yang panjang umurnya buruk amalnya dan tidak mau bertaubat dari apa yang dilarang oelh Allah SWT serta dia ingin diampuni, dan lebih buruk dari itu yaitu orang yang menyatakan berteman / bersahabat kepada saudaranya yang Muslim dan ia berusaha untuk menyalahi (mengingkari) persahabatan itu (musuh dalam selimut, dan lebih buruk dari orang itu yaitu orang yang berangkat di awal umurnya (mulai baligh) dengan kedaan lupa kepada Allah SWT dan di akhir umurnya (masa tua) malas dari taat ibadah kepada Allah SWT.
Wasiat Seputar Tanda-tanda Kebaikan
  1. Nabi SAW bersabda: Tanda-tanda sabar itu adalah baik hati kepada Allah SWT dan baik didalam berkhidmat (berbakti kepada Allah SWT)
  2. Hai Ali bagi orang mu'min ada tiga tanda: benci kepada harta (tidak tertipu dengan kesenangan dunia), dan benci kaum wanita (menahan pandanganna dari kemaluannya kepada kaum wanita yang bukan muhrim), dan benci berbicara dalam menceritakan keaiban manusia.
  3. Hai Ali, bagi orang yang berakal ada tiga tanda; Meminta pertolongan kepada Allah dengan dunia untuk menghasilkan akhirat, Memikul kebengisan/kekasaran/keras hati, dan sabar atas segala kesulitan (kepayahan). Dan bagi orang Alim ada tiga tanda; Benar didalam perkataannya, menjauhi yang diharamkan, tawadhu (rendah hati). Dan bagi orang yang bertaqwa ada tiga tanda; takut berdusta, menjauhi yang keji dan lingkungan yang buruk, meninggalkan sebagian yang halal karena takut terjerumus kedalam yang haram.
  4. Hai Ali, bagi orang yang benar ada tiga tanda; Menyembunyikan ibadah, menyembunyikan shodaqoh, menyembunyikan musibah.
  5. Hai Ali bagi ahli ibadah ada tiga tanda; Sangat benci akan hawa nafsunya, menghisab hawa nafsunya, memanjangkan (lama) dalam ibadah dihadapan hadhirot Allah SWT.
  6. Dan bagi orang yang sholeh ada tiga tanda; Memperbaiki hubungan antara Allah SWT dengannya dengan beramal sholeh, memperbaiki agamanya dengan mengamalkannya, senang kepada orang lain sebagaimana menyenangi diri sendiri.
  7. Hai Ali, bagi orang yang berbahagia ada tiga tanda; Makanan yang menguatkannya/mengenyangkannya adalah dari yang halal, berkumpul duduk dengan para ulama, sholat yang lima waktu beserta Imam (berjamaah).
  8. Hai Ali, bagi orang Mu'min ada tiga tanda; Bersegera dalam melaksanakan taat kepada Allah SWT, menjauhi perkara-perkara yang haram, berbuat baik kepada orang yang jahat kepadanya.
  9. Hai Ali, bagi dermawan itu ada tiga tanda; Memaafkan ketika mampu membalas, mengeluarkan zakat, senang bershodaqoh.
  10. Hai Ali, bagi orang yang santun itu ada tiga tanda; Menghubungkan tali silaturrohim kepada orang yang memutuskannya, memberi kepada orang yang menghalanginya (kikir), memaafkan kepada orang yang telah menganiayanya.
  11. Hai Ali, bagi orang yang sabar itu ada tiga tanda; Sabar atas taat (ibadah) kepada Allah SWT, sabar atas musibah, sabar atas qodho (ketentuan) Allah SWT.
  12. Hai Ali, bagi orang yang taubat itu ada tiga tanda; Menjauhi yang diharamkan, sangat menginginkan untuk mencari ilmu, tidak kembali (tidak mengulangi) dosa sebagaimana air susu tidak kembali lagi kedalam susu.
Wasiat Seputar Tanda-tanda Syirik
  1. Nabi SAW, bersabda: "Hai Ali, bagi orang kafir itu ada tiga tanda; Ragu tentang Allah SWT, benci kepada hamba-hamba Allah SWT, lalai (tidak ingat) dari taat (ibadah) kepada Allah SWT.
  2. Hai Ali, bagi orang munafiq itu ada tiga tanda; apabila berkata ia dusta, apabila berjanji ia ingkar, apabila diamanati ia khianat dan tidak berguna nasihat kepadanya.
  3. Hai Ali, bagi orang yang ria itu ada tiga tanda: Ia menyempurnakan ruku dan sujudnya didepan orang lain serta menguranginya (ruku dan sujud) bila ia sholat sendirian, dan giat (semangat) bila ada orang yang memuji kepadanya, dan berdzikir baik menyendiri atau di tengah-tengah orang banyak (karena ingin pujian orang lain).
  4. Hai Ali, bagi orang yang dihinakan itu ada tiga tanda; Banyak berdusta, dan banyak bersumpah palsu, dan banyak keperluan kepada orang lain.
  5. Hai Ali, bagi orang yang celaka itu ada tiga tanda: Makanan yang mengenyangkannya adalah haram, menjauhi orang alim (para ulama), dan Sholatnya sendirian (tidak berjamaah / munfarid). Dan bagi orang yang durhaka itu ada tiga tanda: Senang membuat kerusakan, dan menyusahkan (merugikan) hamba-hamba Allah, dan menjauhi petunjuk (ajaran Islam).
  6. Hai Ali, bagi orang yang dholim itu ada tiga tanda; Tidak memperhatikan dari apa yang ia makan, memaksa kepada orang yang berhutang kepadanya, mengamuk dengan keras kepada orang yang berhutang kepadanya, mengamuk dengan keras kepada orang yang berhutang, apabila tidak terpenuhi keinginannya.
Wasiat Seputar Macam Macam Doa

  1. Nabi SAW bersabda: "Hai Ali, apabila kamu masuk Masjid, maka dahulukan dengan kakimu yang kanan dan keluarlah dengan kakimu yang kiri".
  2. Hai Ali, tetaplah (biasakanlah) dengan membaca Surat Yasin diwaktu pagi dan sore, karena sesungguhnya orang yang membaca Surat Yasin secara tadi (di pagi dan sore hari), maka ia berada dalam keamanan (keselamatan) Allah.
  3. Hai Ali, barangsiapa yang membaca Surat Al-Hasyr setiap malam, maka ia terpelihara dari kepahitan dunia dan akhirat.
  4. Hai Ali, barangsiapa yang membaca Surat Al-Baqoroh tiap malam jum'at, maka memancar baginya cahaya di antara langit ketujuh sampai ke dasar bumi. Dan barangsiapa yang membaca Surat Ad-Dukhon dan Surat Al-Mulk pada malam jum'at, maka Allah mengampuni dosa-dosanya dan memelihara dari fitnah kubur. Dan barangsiapa yang membaca Surat At-Thoriq ketika berbaring ditempat tidurnya, maka dituliskan baginya kebaikan sebanyak bilangan bintang-bintang di langit.
  5. Hai Ali, barangsiapa yang membaca Surat Al-Mulk dan membaca (doa) sesudahnya "Allahumma a'shimnii bil islaami qoo iman wa a'shimnii bil islaami qoo'idan wa roo qidan wa laa tusymit fii 'aduwwan wa laa haa sidan Allaahumma inni a'uudzubika ming syarri kulli daabbatin angta aa khidzumbinaa shiyatihaa wa as alukalkhoirilladzi biyadika. (Ya Allah, peliharalah aku dengan memeluk agama islam, baik dalam keadaan berdiri, duduk dan dalam keadaan tidur, dan janganlah Engkau menjadikan musuh dan orang yang hasud gembira melihatku. Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan semua binatang melata yang Engkau pegang ubun-ubunnya (yang menguasai sepenuhnya), dan aku memohon kepada-Mu yang ada pada kekuasaan-Mu), maka ia akan dipeÏihara oleh Allah dari (kejahatan) jiwa manusia dan binatang yang melata yang menyusahkannya.
  6. Hai Ali, apabila kamu menginginkan (dikabulkan) hajat, maka bacalah Ayat Kursi dan berdoalah kepada Allah (didalam mengatasi) kesusahan dan kepayahan, dan bacalah "Yaa Hayyu Yaa Qayyum Laa Ilaaha Illa Anta birahmatika astaghitsu faghfirli wa aslih li sya'ni wa farrij hammi "(Yaa Allah Yang Hidup Kekal, Yang Terus-menerus mengurusi Mahluk, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Engkau. Dengan Rahmat-Mu aku memohon pertolongan, maka ampunilah aku, perbaikilah keadaanku, dan hilangkanlah duka citaku), maka sesungguhnya Allah akan menghilangkan duka-cita darimu serta mengabulkan hajat-hajatmu.
  7. Hai Ali, apabila menimpa kepadamu suatu kesusahan atau perkara apa saja, maka bacalah "Subhanaka Rabbi Laa Ilaaha Illa Anta Alaika tawakkaltu Anta Rabbul Arsyil Ahdim" (Maha Suci Engkau wahai Tuhanku, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Engkau, aku bertawakkal, Engkaulah Tuhan yang pemilik Arsy Yang Agung).
  8. Hai Ali, perbanyaklah (berdoa) dari doa yang telah diajarkan kepadaku oleh Malaikat Jibril, yaitu doa yang selalu berkaitan didalam agama, dunia dan akhirat.
  9. Hai Ali, apabila kamu melihat hilal (bulan), maka bacalah tahlil (laa ilaaha illallah) 3 kali dan takbir (Allahu Akbar) 3 kali dan bacalah Allahu Akbar wa a'azzu wa aqdaru mimma akhofu wa ahdzaru (Allah Yang Maha Besar, Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuasa dari apa yang aku takuti dan aku waspadai).
  10. Hai Ali, apabila kamu bertemu dengan orang yang ditakuti oleh kamu, maka bacalah Allahumma inni adro u bika fii nahrihii wastakfiika ghodhobahuu wa a'uudzu bika min syarrihi (Ya Allah, sesungguhnya aku menolak dengan pertolongan-Mu pada leher orang itu, dan memohon kepada-Mu dari kemarahan orang itu, dan aku berlindung kepada-Mu dari kejahatannya).
Wasiat Tentang Berbagai Macam Hal

  1. Nabi SAW bersabda: "Mulailah dengan membaca salam kepada orang yang kamu jumpai dari orang-orang Islam, maka Allah menuliskan bagimu 20 kebaikan, dan jawablah salam, maka Allah menuliskan bagi orang yang menjawabnya 40 kebaikan".
  2. Hai Ali, jauhkan dirimu dari marah, karena sesungguhnya marah itu dari setan, dan setan itu sangat berkuasa untuk menggodamu dalam keadaan marah. Dan jauhkanlah dirimu dari doa orang yang teraniaya, karena sesungguhnya Allah mengabulkan doanya orang yang teraniaya, walaupun orang itu kafir, karena kekafirannya tetap baginya.
  3. Hai Ali, jauhkan dirimu dari sumpah palsu, karena sesungguhnya sumpah palsu itu akan menghabiskan harta dan melenyapkan rezeki dan umur.
  4. Hai Ali, barangsiapa yang menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar, maka Allah menghinakan musuhnya. Dan barangsiapa yang benar didalam segala urusannya, maka Allah akan marah (kepada siapa saja) karena marahnya orang itu. Dan apabila anak yatim menangis, maka arsy itu berguncang, lalu jibril berkata: "Luaskanlah neraka itu untuk orang yang menangisi (menyakiti) anak yatim, dan lapangkanlah Surga bagi orang yang menggembirakan anak yatim.
  5. Hai Ali, agama itu nasehat bagi Allah (beriman kepada Allah dan tidak mempersekutukan-Nya), bagi Rasul-Nya (mempercayai risalahnya dan apa yang diajarkannya) dan bagi orang Mu'min.
  6. Hai Ali, tujuh (golongan) dari umatku didalam Surga: Pemuda yang bertaubat, orang yang bershodaqoh secara rahasia, orang yang melaksanakan sholat dhuha, orang yang kehilangan hartanya lebih lapang baginya daripada kehilangan satu kali sholat berjamaah, orang yang menetes air matanya karena takut kepada Allah, dan orang yang menghampiri para ulama (berkumpul) didalam majelis ulama.
  7. Hai Ali, barangsiapa yang menunjukkan jalan kepada orang yang buta dengan tangannya yang kiri, maka akan datang tangan kanannya di sebelah kananmu.
  8. Hai Ali, ketika manusia didalam keadaan sakaratul maut (kesakitan menjelang mati), maka seluruh sendi-sendi tulang membaca salam kepada sebagian sendi-sendi yang lainnya, seraya sendi-sendi itu mengucapkan Assalaamu'alaika fa innii muttu(Keselamatan atasmu, maka sesungguhnya aku telah mati). Begitu juga rambut yang putih (membaca salam) kepada rambut yang hitam.
  9. Hai Ali, peliharalah betul-betul wasiatku ini, sebagaimana akku memeliharanya dari Malaikat Jibril dari Rabb (Allah) yang nama-namaNya Maha Suci dan tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan diriNya.
SUMBER: majelis almunawwarah syeikh arifin bin ali bin hasan

Doa muyassir ijazah syeikh arifin bin ali bin hasan

Doa Yaa Muyassir (Syeikh Abu Bakar bin Salim)

بسم الله الرّحمن الرّحيم



يَامُيَسِّرُ يَسِّرْ يَامُدَبِّرُ دَبِّرْ يَامُسَهِّلُ سَهِّلْ يَامُوَفِّقُ وَفِّقْ سَيِّرْنَا بِعَظَمَتِكَ بِالتَّيْسِيْرِ. (رَبِّ اِنِّى لِمَااَنْزَلْتَ اِلَيَّ مِنْ خَيْرِ فَقِيْرٌ). (وَمَنْ يَتَّقِ اللّٰهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللّٰهِ فَهُوَ حَسْبُهُ اِنَّ اللّٰهَ بَالِغُ اَمْرِهِ قَدْجَعَلَ اللّٰهُ لِكُلِّ شَيْءٍ قَدْرًا). (رَبِّ يَسِّرْ وَلَا تُعَسِّرْ ×٣). يَسِّرْلِىْ فِى كُلِّ اَمْرِىْ يُسْرًاالَّذِيْ يَسَّرْتَهُ عَلٰى كَثِيْرٍ مِنْ عِبَادِكَ (يَا اَللّهُٰ×٣ يَارَبَّاهُ×٣ يَاغَوْثَاهُ×٣ يَامُغِيْثُ اَغِثْنِى×٣ يَاغَوْثَ الْمُسْتَغِيْثِيْنَ يَارَغْبَةَ الرَّاغِبِيْنَ يَااَوَّلَ الْاَوَّلِيْنَ يَااٰخِرَ الْآخِرِيْنَ يَذَاالْقُوَّةِ الْمَتِيْنُ يَارَحِيْمَ الْمَسَاكِيْنِ يَااَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ يَاكَافِى يَامُغْنِى يَافَتَّاحُ يَارَزَّاقُ يَاوَدُوْدُ يَاوَهَّابُ (يَاكَرِيْمُ×٣) اَغْنِنِى بِحَلَالِكَ عَنْ حَرَامِكَ وَبِطَاعَتِكَ عَنْ مَعْصِيَّتِكَ وَبِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ رَبِّ تَمِّمْ بِالْخَيْرِ وَبِهِ ثِقَتُنَا وَلَا حَوْلَ وَلَاقُوَّةَ اِلَّا بَاللّٰهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ.


Yaa Muyassiru Yassir Yaa Mudabbiru Dabbir Yaa Musahhilu Sahhil Yaa Muwaffiqu Waffiq Sayyirna Bi’adhamatika Bit-taysiiri (Rabbi inni Lima Anzalta ilayya Min Khayri Faqiirun) (Wamay Yattaqillaaha Yaj’al Lahu Makhrajan Wa Yarzuqhu Min Haytsu Laa Yahtasibu Wamay Yatawakkal ‘Alallaahi Fahuwa Hasbuhu innallaaha Baalighu Amrihi Qad Ja’alallaahu Likulli Syai-in Qadraa). (Rabbi Yassir Walaa Tu’assir 3x)Yassirlii Fii Kulli Amrii Yusral Ladzii Yassartahu ‘Alaa Katsirin Min ‘ibaadik (Yaa Allahu3x, Yaa Rabbaahu 3x, Yaa Ghautsah 3x, Yaa Mughiitsu Aghitsnii3x). Yaa Ghautsal Mustaghiitsiina Yaa Raghbatar Raaghibiina Yaa Awwalal Awwaliina Yaa Akhiral Aakhiriina Yaa Dzal Quwwatil Matiinu Yaa Rahiimal Masaakiini Yaa Arhamar Raahimiina Yaa Kaafi Yaa Mughnii Yaa Fattahu Yaa Razzaaqu Yaa Waduudu Yaa Wahhaabu (Yaa Kariimu 3x) Aghninii Bihalaalika ‘An Haraamika Wa Bithaa’atika ‘An Ma’shiyyatika Wa Bifadl-lika ‘Amman Siwaaka Rabbi Tammim Bil Khayri Wabihi Tsiqatunaa Walaa Haula Walaa Quwwata illa Billaahil ‘Aliyyil ‘Adhiim.

Wahai Dzat Yang Maha Memudahkan, maka mudahkanlah. Wahai Dzat Yang Maha Mengatur, maka aturlah. Wahai Dzat Yang Maha Memudahkan, maka mudahkanlah. Wahai Dzat Yang Memberi Taufiq (petunjuk) maka berilah taufiq. Tolonglah perjalanan kami dengan ke-AgunganMu dengan segala kemudaha. (Ya Tuhanku sesungguhnya aku sangat memerlukan sesuatu kebaikan yang Engkau turunkan kepadaku) (dan barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar dan memberinya rizqi dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan (yang dikehendaki)Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi setiap sesuatu) (Ya Tuhanku mudahkanlah dan jangan Engkau persulit 3x) mudahkanlah bagiku disetiap urusankku dengan kemudahan yang telah Engkau berikan kepada kebanyakan dari hamba-hambaMu (Ya Allah 3x, Ya Tuhanku 3x, Ya Penolongkuk 3x, Wahai Dzat Penolong, tolonglah aku 3x, Wahai Dzat yang menolong orang yang memohon pertolongan, Wahai Dzat yang mencintai orang-orang yang mencintai, Wahai Dzat Pertama dari segala yang pertama, Wahai Dzat yang Akhir dari segala yang akhir, Wahai Dzat yang mempunyai kekuatan yang kokoh, Wahai Dzat yang mengasihi orang-orang yang miskin, Waha Dzat pengasih dari segala pengasih, Wahai Dzat yang mencukupi, Wahai Dzat yang memberi kekayaan, Wahai Dzat yang membuka, Wahai Dzat yang memberi rizqi, Wahai Dzat yang pengasih, Wahai Dzat pemberi (Wahai Dzat yang mulia 3x) cukupkanlah aku dengan rizqiMu yang halal jauhkan dari rizqiMu yang haram, dan untuk selalu patuh kepadaMu jauhkan dari maksiat kepadaMu, dengan keutamaanMu dari orang selainMu, Ya Tuhanku sempurnakanlah dengan kebaikan, dan dengan kebaikan itu sebagai kepercayaan kami. Dan tidak ada daya upaya dan kekuatan kecuali atas pertolongan Allah Yang Maha Tinggi lagi Maha Agung

Dibaca selepas Sholat Fardhu 1x
Fadhilah, insya Allah:
  1. Diluaskan rezekinya dan diberi rezeki yang tidak disangka-sangka
  2. رَبِّ اِنِّى لِمَااَنْزَلْتَ اِلَيَّ مِنْ خَيْرِ فَقِيْرٌ jika dibaca 7x insya Allah akan dimudahkan mendapatkan jodoh yang sholeh/sholihah. (Doa Nabi Sulaiman as.)
  3. Dijauhkan dari kefakiran dan kebangkrutan.
  4. وَمَنْ يَتَّقِ اللّٰهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللّٰهِ فَهُوَ حَسْبُهُ اِنَّ اللّٰهَ بَالِغُ اَمْرِهِ قَدْجَعَلَ اللّٰهُ لِكُلِّ شَيْءٍ قَدْرًا  (ayat 1000 dinar, dibaca 7x selepas sholat maghrib dan subuh). Fadhilahnya, insya Allah diberikan lancar usahanya.
Telah diijazahkan oleh Syeikh Arifin bin Ali bin Hasan. (Senin 8 Dzulhijah 1439 H / 20 Agustus 2018 pada pukul 23:47 WIB)

Sumber : majelisalmunawwarah syeikh arifin bin ali bin hasan

Selasa, 12 November 2019



*ALLAH SWT MENCINTAI KALIAN SEMUA*

Allah Swt Maha Mencintai, yg mencintai kalian semua, seperti yg terdapat pada hadist Qudsi yg mana Allah SWT menjadikan hadits Qudsi ini merupakan PEDOMAN bagi hamba-hambaNya yg beriman.

Allah 'azza wa jalla berfirman yg artinya:

Yabna Adam (Wahai anak Adam), janganlah kalian takut terhadap kekuasaan. Selama kekuasaanKu lah yang kekal abadi. Dan kekuasanKu tidak akan pernah habis selamanya.

Yabna Adam (Wahai anak Adam), janganlah takut sempitnya harta, sedangkan hartaKu banyak tak terhingga. Dan hartaKu tidak akan pernah habis selamanya.

Yabna Adam (Wahai anak Adam), Aku menciptakanmu untuk beribadah, maka janganlah bermain-main dan Aku telah menjamin rezekimu, maka janganlah lelah, Maka demi kekuasaan dan kemulianKu, jika kau ridha terhadap ketentuanKu atasmu, maka akan Aku bahagiakan jiwa dan ragamu. Dan bagiKu kau adalah org yg terpuji. Dan jika kau TIDAK ridha terhadap ketentuanKu atasmu, Demi kekuasaan dan kemuliaanKu, Aku akan menjadikan kesusahan dunia atasmu. Dan kau berlari mengejar dunia seperti hantu-hantu berlarian dihutan pada malam hari. Kemudian, kau tidak akan mendapatkan apapun kecuali apa yang aku tetapkan atasmu. (maksudnya lelah raga tanpa kenal waktu hingga meninggalkan ibadah demi urusan dunia. wajib bekerja jgn malas..!! dan hati tetap bertawakal kepada Allah).

Yabna Adam (Wahai anak Adam), Aku telah menciptakan langit dan bumi dan Aku sama sekali tidak merasa kesusahan. Apakah susah bagiKu untuk mengatur rezekimu? (Allah Swt mengatur rezeki manusia, jin, tumbuhan, binatang sejagat raya, lalu mengapa SATU orang hamba bingung dgn rezekinya?)

Yabna Adam (Wahai anak Adam), janganlah kau tanya padaKu mengenai rezeki hari esok? Sebagaimana Aku tidak pernah tanya padamu mengenai amalmu esok..!

Yabna Adam (Wahai anak Adam), sesungguhnya Aku mencintaimu, maka demi segala hak-Ku atasmu ini, jadilah hamba yang mencintaiKu.

ALLAHU AKBAR WALILLAHIL HAMD
Seorang muslim harus optimis. Yg membuat kita malas, berputus asa, merasa tdk diperhatikan oleh Allah Swt adalah karena bisikan syetan. Sadari itu...! Tetap semangat...!
Wallahu a'lam insyaallah bermanfaat

Minggu, 10 November 2019

Ucapkan Qobiltu

Bagi yang ingin mengamalkan IJAZAH ini dari AL HABIB ZEIN BIN SUMAITH AGAR ROSULULOH SAW HADIR SAAT DIAMBILNYA RUH KITA (SAKAROTUL MAUT)

ﺃﻓﺎﺩﺍﻟﺤﺒﻴﺐ ﺍﻻﻣﺎﻡ ﻋﺒﺪ ﺍﻟﻠﻪ ﺑﻦ ﻋﻴﺪﺭﻭﺱ ﺍﻟﻌﻴﺪﺭﻭﺱﻧﻔﻊ ﺍﻟﻠﻪ ﺑﻪ ، ﺃﻥ ﺛﻼﺛﺔ ﻣﻦ ﺍﻻﺫﻛﺎﺭ ﺍﺫﺍ ﻗﺎﻟﻬﺎ ﺍﻻﻧﺴﺎﻥﻛﻞ ﻳﻮﻡ( 116 ﻣﺮﺓ ‏) ﻟﻢ ﻳﺘﻮﻝ ﻗﺒﺾ ﺭﻭﺣﻪ ﺍﻻﺍﻟﺤﺒﺒﺐ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻭﻫﻲ ﻫﺬﻩ ; ﺍﻻﻭﻝ :ﺍﻟﺼﻼﺓ ﻭﺍﻟﺴﻼﻡ ﻋﻠﻴﻚ ﻳﺎﺳﻴﺪﻱ ﻳﺎﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﻗﻞﺣﻴﻠﺘﻰ ﺃﺩﺭﻛﻨﻰ ‏( 166 ‏) ﺍﻟﺜﺎﻧﻲ : ﺍﻟﺴﻼﻡ ﻋﻠﻴﻚ ﺍﻳﻬﺎﺍﻟﻨﺒﻲ ﻭﺭﺣﻤﺔ ﺍﻟﻠﻪ ﻭ ﺑﺮﻛﺎﺗﻪ ‏( 166 ‏) ﺍﻟﺜﺎﻟﺚ : ﺍﻧﺎ ﻓﻲﺟﺎﻩ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ‏( ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭ ﺍﻟﻪ ﻭﺳﻠﻢ 116 )

Nabi Muhammad Shollallohu' Alaii Wasallam akan hadir saat mencabut nyawa kita. Para ulama-ulama yang sholih adalah orang orang yang terbimbing perilaku dan ucapannya dengan hidayah dari Alloh Ta'ala sehingga mereka sangat takut kepada Alloh Ta'ala untuk berbohong , bahkan kepada binatang pun mereka tidak mau berbohong apalagi berdusta atas nama Nabi Muhammad Shollallohu Alaihi Wasallam.

Dalam islam sangat banyak para ulama-ulama sholihin yang bermimpi Rosululloh Shollallohu Alaihi Wasallam bahkan mendapatkan petunjuk atau isyarat untuk melakukan atau berucap hal-hal tertentu (seperti dzikir, sholawat, doa dll ).

Ada riwayat hadits yang membenarkan ( haq ) bagi siapa yang bermimpi Nabi bahwa mimpi itu adalah sebuah kebenaran/kenyataan dan benar- benar batinnya melihat Beliau karena syaitan tidak diizinkan oleh Alloh untuk datang dalam mimpi seseorang dengan mengaku sebagai Nabi Muhammad, ditambah dengan riwayat lain yang Nabi Shollallohu Alaihi Wasallam menyebutkan bahwa sebagian mimpi orang mukmin itu adalah bagian kecil dari bagian-bagian wahyu Alloh.

Alloh juga sering mengilhami seseorang akan hal-hal tertentu sebagaimana dalam Al Qur'an yang suci seperti halnya dibawah ini ada riwayat dari AL-IMAM AL HABIB ABDULLAH BIN IDRUS AL AYDRUS Beliau berkata :

Ada tiga jenis dzikir yang jika seorang mukmin membacanya setiap hari ( dengan istiqomah ) masing masing sebanyak 116x maka Nabi Muhammad shollallohu alaihi wasallam akan hadir saat pencabutan nyawanya ( saat sakaratul maut )

☆ Pertama :
ﺍﻟﺼﻼﺓ ﻭﺍﻟﺴﻼﻡ ﻋﻠﻴﻚ ﻳﺎﺳﻴﺪﻱ ﻳﺎﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﻗﻠﺖ ﺣﻴﻠﺘﻲ ﺍﺩﺭﻛﻨﻲ (116 x)
Assholatu was salamu 'alaika ya Sayyidi Ya Rosulalloh Qollat hiilaty adrikni

☆ Kedua :
ﺍﻟﺴﻼﻡ ﻋﻠﻴﻚ ﺍﻳﻬﺎ ﺍﻟﻨﺒﻲ ﻭﺭﺣﻤﺔ ﺍﻟﻠﻪ ﻭﺑﺮﻛﺎته
 (116x)

Assalamu alaika ayyuhan Nabiyyu wa rohmatullohi wa barokatuh.

☆ Ketiga :
ﺍﻧﺎﻓﻲ ﺟﺎﻩ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺍﻟﻪ ﻭﺳﻠﻢ
(116x)
Ana fi jaahi Rosulillah sholallohu alaihi wa alihi wa sallam.

Hal ini disebutkan oleh Al Allamah Al Habib Zein bin Ibrohim bin Sumaith Madinah Al Munawwarah dalam kitab ANNUJUMUS ZAHIRAH

ﺍَﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﺻَﻞِّ ﻭَﺳَﻠِّﻢ ﻭَﺑَﺎﺭِﻙ ﻋَﻠَﻰ ﺳَﻴِّﺪِﻧَﺎ ﻣُﺤَﻤَّﺪٍ ﻭﻋﻠﻰ ﺁﻟﻪ ﻭﺻﺤﺒﻪ ﺍَﺟﻤَﻌِﻴﻦ

Hizbunnawawi

HIZIB NAWAWI





بِسْمِ اللَّهِ اَلله أَكْبَرُ أَقُولُ عَلَى نَفْسِى وَعَلَى دِيْنِى وَعَلَى أَهْلِى وَعَلَى أَوْلاَدِى وَعَلَى مَالِى وَعَلَى أَصْحَابِى وَعَلَى أَدْيَانِهِمْ وَعَلَى أَمْوَالِهِمْ أَلْفَ لاَحَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ العَلِيِّ الْعَظِيْمِ.
Bismillaahir-rahmaanir-rahiim. Bismillaahi Alloo-hu Akbar aquulu ‘alaa nafsii wa ‘alaa diinii wa’alaa ahlii, wa’alaa aulaadii, wa’alaa maalii, wa’alaa ash-haabii, wa’alaa adyaanihim, wa’alaa amwalihim, alfa laa haula walaa quwwata illaa billahil ‘aliyyil ‘azhiim. 
“Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.Dengan menyebut nama Allah; Allah Maha Besar. Aku berkata atas diriku, agamaku, keluargaku, anak-anakku, hartaku, dan sahabat-sahabatku beserta agama mereka dan harta benda mereka, seribu ‘laa haula walaa quwwata illaa billaahil ‘aliyyilazhiim’ (Tiada daya dan tiada kekuatan melainkan dengan pertolongan Allah Yang Maha Tinggi lagi Maha Agung).

بِسْمِ اللَّهِ اَللهُ أَكْبَرُ أَقُوْلُ عَلَى نَفْسِى وَعَلَى دِيْنِىْ وَعَلَى أَهْلِى وَعَلَى أَوْلاَدِيْ وَعَلَى مَالِى وَعَلَى أَصْحَابِى وَعَلَى أَدْيَانِهِمْ وَعَلَى أَمْوَالِهِمْ أَلْفَ أَلْفِ أَلْفِ لاَحَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ.
Bismillaahi Alloohu akbar, Alloohu akbar, aquulu ‘alaa nafsii wa’alaa diinii wa’alaa ahlii, wa’alaa aulaadii, wa’alaa maalii, wa’alaa ash-haabii, wa’alaa adyaanihim, wa’alaa amwaalihim alfa alfi laa haula walaa quwwata illaa billahil ‘aliyyil ‘azhiim. 

Dengan menyebut nama Allah; Allah Maha Besar; Allah Maha Besar. Aku berkata atas diriku, agamaku, keluargaku, anak-anakku, hartaku, dan sahabat-sahabatku beserta agama mereka dan harta benda mereka, sejuta ‘laa haula walaa quwwata illaa billaahil ‘aliyyilazhiim’. 

بِسْمِ اللَّهِ وَبِاللهِ وَمِنَ اللَّهِ وَإلَى اللَّهِ وَعَلَى اللَّهِ وَفِى اللَّهِ وَ لاَحَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ.
Bismillaahi, waminalloohi, wa ilaloohi, wa’alalloo-hi, wafillaahi, wa laa haula walaa quwwata illaa billahil ‘aliyyil ‘azhiim.
Dengan menyebut nama Allah; dengan Allah; dari Allah; kepada Allah; atas Allah; dan didalam Allah; serta tiada daya dan tiada kekuatan melainkan dengan pertolongan Allah Yang Maha Tinggi lagi Maha Agung.


بِسْمِ اللَّهِ عَلَى دِيْنِى وَعَلَى نَفْسِى, بِسْمِ اللَّهِ عَلَى مَالِى وَعَلَى أَهْلِى وَعَلَى أَوْلاَدِى وَعَلَى أَصْحَابِى. بِسْمِ اللَّهِ عَلَى كُلِّ شَيْئٍ أَعْطَانِيْهِ رَبِّى.
Bismillaahi  ‘alaa diinii wa’alaa nafsii. Bismillaahi ’alaa maalii wa’alaa ahlii, wa’alaa aulaadii, wa ’alaa ash-haabii. Bismillaahi ‘alaa kulli syai-in a’thaaniihi rabbii.
Dengan menyebut nama Allah atas agamaku dan diriku. Dengan menyebut nama Allah atas harta bendaku, keluargaku, anak-anakku dan para saha-batku. Dengan menyebut nama Allah atas segala sesuatu yang diberikan Tuhanku kepadaku.

بِسْمِ اللَّهِ رَبِّ السَّمَوَاتِ السَّبْعِ, وَ رَبِّ اْلأَرَضِيْنَ السَّبْعِ, وَ رَبِّ الْعَرْشِ الْعَظِيْمِ,
Bismillaahi rabbis samaawaatis sab’i, wa rabbil ardhiinas sab’i, warabbil ‘arsyil ‘azhiim.
Dengan menyebut nama Allah, Tuhan Penguasa langit tujuh lapis, Tuhan Penguasa bumi lapis tujuh, Tuhan Penguasa ‘arasy yang agung.

بِسْمِ اللهِ الَّذِي   لاَ يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْئٌ فِي اْلأَ رْضِ وَلاَ فِى السَّمَاءِ  وَ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ (3×).
Bismillaahil-ladzii laa yadhurru ma’asmihii syai-un fil ardhi walaa fis samaa-i wahuwas samii’ul ‘aliim (Dibaca 3 x). 
Dengan menyebut nama Allah Yang tidak akan berbahaya bersama Nama-Nya sesuatu pun di bumi dan tidak pula di langit. Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.


بِسْمِ اللهِ خَيْرِ اْلأَسْمَاءِ فِي اْلأَ رْضِ وَفِى السَّمَاءِ,
Bismillaahi khairil asmaa-i fil ardhi wafis samaa-i.
Dengan menyebut nama Allah, sebaik-baik Asma’ di bumi dan di langit.

بِسْمِ الله أَفْتَتِحُ وَبِهِ أَخْتَتِمُ اللّهَ اللّهَ اللّهَ رَبِّى لاَ أُشْرِكَ بِهِ أَحَدًا, اللّهُ اللّهُ اللّهُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ  هُوَ. اللّهُ اللّهُ اللّهُ أَعَزُّ وَأَجَلُّ وَأَكْبَرُ مِمَّا أَخَافُ وَأَحْذَرُ (3×).
Bismillaahi aftatihu wabihii akhtatimu. Allooh, Allooh, Allooh, rabbii laa usyriku bihii ahadan. Allooh, Allooh, Allooh, laa ilaaha illaa huu. Allooh, Allooh, Allooh, a’azzu wa ajallu wa akbaru mimmaa akhaafu wa ahdzar (Dibaca 3 x).
Dengan menyebut nama Allah aku memulai, dan Dengan menyebut nama Allah aku mengakhiri. Allah, Allah, Allah, Tuhanku, tiada sekutu bagi-Nya. Allah, Allah, Allah, tiada tuhan selain Dia. Allah, Allah, Allah,Yang Maha Mulia, Maha Agung dan Maha Besar dari apa saja yang aku takuti dan aku khawatiri.

اللّهُمَّ إِنِّى  َأَعُوذُبِكَ  مِنْ شَرِّ نَفْسِى وَ مِنْ شَرِّ غَيْرِى, مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ رَبِّى, بِكَ اللّهُمَّ أَخْتَرِزُ مِنْهُمْ, وَ بِكَ اللّهُمَّ أَدْرَأُ فِى نُحُورِهِمْ, وَ بِكَ اللّهُمَّ َأَعُوذُ مِنْ شُرُورِهِمْ وَأَسْتَكْفِيْكَ إيَِّاهُمْ وَاُقَدِّمُ بَيْنَ يَدَيِّ وَأَيْدِيْهِمْ وَأَيْدِي مَنْ أَحَاطَتْهُ عِنَايَتِى وَشَمِلَتْهُ إِحَاطَتِى.
Alloohumma innii a’uudzu bika min syarri nafsii, wa min syarri ghairii, min syarri maa khalaqa rabbii. Alloohumma ahtarizu min-hum, wabi-kalloohumma adra-u fii nuhuurihim, wabikalloo-humma a’uudzu min syuruurihim, wa astakfiika iyyaahum, wa uqaddimu baina yadayya wa aidiihim wa aidi man ahaathat-hu ‘inaayatii, wa syamilat-hu ihaathatii.
Ya Allah! Aku berlindung kepada-Mu dari keburukan diriku, keburukan selainku, keburukan apa saja yang diciptakan Tuhanku.
Dengan-Mu, Ya Allah, aku memohon perlindungan dari mereka. Dengan-Mu, Ya Allah, aku menolak  pada leher mereka. Dengan-Mu, Ya Allah, aku berlindung dari kejahatan mereka, aku memohon kiranya Engkau mengatasi mereka, aku haturkan di hadapanku, di hadapan mereka, di hadapan orang yang diliputi oleh pertolonganku.

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ. قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ. اللَّهُ الصَّمَدُ. لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ. وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ. (3×).
Bismillaahir-rahmaanir-rahiim. Qul huwalloohu ahad, Alloohus-shamad, lam yalid walam yuulad, walam yakun lahuu kufuwan ahad (Dibaca 3 x).
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Katakanlah: "Dia-lah Allah, Yang Maha Esa, Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tiada beranak dan tiada pula diperanakkan, dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia" (QS al-Ikhlash : 1-4).

وَمِثْلُ ذَلِكَ عَنْ يَمِيْنِى وَأَيْمَانِهِمْ, وَمِثْلُ ذَلِكَ عَنْ شِمَالِى وَعَنْ شَمَائِلِهِمْ, وَمِثْلُ ذَلِكَ أَمَامِى وَأَمَامَهُمْ, وَمِثْلُ ذَلِكَ مِنْ خَلْفِى وَمِنْ خَلْفِهِمْ, وَمِثْلُ ذَلِكَ مِنْ فَوْقِى وَمِنْ فَوْقِهِمْ, وَمِثْلُ ذَلِكَ مِنْ تَحْتِى وَ مِنْ تَحْتِهِمْ, وَمِثْلُ ذَلِكَ محُِيْطٌ بِى وَبِهِمْ, وَبِمَا أَحَطْنَابِهِ.
Wamitslu dzaalika ‘an yamiinii wa aimaanihim, wamitslu dzaalika ‘an syimaalii wa ‘an syamaa-ilihim, wamitslu dzaalika amaamii wa amaa-mahum, wamitslu dzaalika min khalfii wamin khalfihim, wamitslu dzaalika min fauqii wamin fauqihim, wamitslu dzaalika min tahtii wamin tahtihim, wamitslu dzaalika muhiithun bii wa bihim, wabimaa ahath-naa bihi.    
Dan seperti itu dari arah kananku dan kanan mereka; seperti itu dari arah kiriku dan kiri mereka; seperti itu dari arah depanku dan depan mereka; seperti itu dari arah belakangku dan belakang mereka; seperti itu dari arah atasku dan atas mereka;   seperti itu dari arah bawahku dan bawah mereka. Dan seperti itu yang akrab denganku, dengan mereka, dan dengan apa saja yang aku akrab dengannya.

اللّهُمَّ إِنِّى أَسْأَلُكَ لِى وَلَهُمْ مِنْ خَيْرِكَ بِخَيْرِكَ الَّذِى لاَ يَمْلِكُهُ غَيْرُكَ, اللّهُمَّ اجْعَلْنِى وَ إيَّاهُمْ فِى حِفْظِكَ وَعِيَاذِكَ وَعِيَالِكَ وَجِوَارِكَ وَأَمْنِكَ وَأَمَانَتِكَ وَحِزْبِكَ وَحِرْزِكَ وَكَنَفِكَ وَسِتْرِكَ وَلُطْفِكَ وَمِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ وَسُلْطَانٍ, وَإِنْسٍ وَجَانٍّ, وَبَاغٍ وَحَاسِدٍ, وَسَبُعٍ وَحَيَّةٍ وَعَقْرَبٍ, وَمِنْ شَرِّ كُلِّ دَابَّةٍ أَنْتَ آخِذٌ بِنَاصِيَتِهَا إِنَّ رَبىِّ عَلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيْمٍ,
Alloohumma innii as-aluka lii walahum min khoirika bikhoirikalladzii laa yamlikuhuu ghoiruka.  Alloohummaj’al-nii wa iyyaahum fii hifzhika wa ‘iyadzika wa ‘iyaalika wa jiwaarika, wa amnika wa amaana-tika, wa hizbika wa hirzika, wa kanafika wa sitrika wa luthfika, min kulli syaithaanin wa sulthaanin, wa insin wa jaannin, wa baaghin wa haasidin, wa sabu’in wa hayyatin wa ‘aqrabin, wamin syarri kulli daabbatin, Anta aakhidzun binaashiyatihaa, inna rabbii ‘alaa shiraathim-mustaqiim.
Ya Allah! Aku memohon kepada-Mu, untukku dan untuk mereka, kebaikan-Mu dengan kebaikan-Mu yang tiada mampu melikinya selain Engkau.
Ya Allah! Jadikanlah aku dan mereka selalu dalam pemeliharaan-Mu, perlindungan-Mu, keluar besar-Mu, tetangga-Mu, keamanan-Mu, amanah-Mu, golo-ngan-Mu, benteng perlindungan-Mu, naungan perlindungan-Mu, tirai-Mu dan sifat lemah lembut-Mu, dari semua syetan dan penguasa (zhalim), dari manusia dan jin, dari orang yang durjana dan hasud, binatang buas dan ular serta kalajengking, dan dari kejahatan semua yang melata di bumi yang ubun-ubunnya berada didalam genggaman-Mu. Sesung-guhnya Tuhanku berada di atas jalan yang lurus.

حَسْبِيَ الرَّبُّ مِنَ الْمَرْبُوبِيْنَ, حَسْبِيَ الْخَالِقُ مِنَ الْمَخْلُوقِيْنَ, حَسْبِيَ الرَّازِقُ مِنَ الْمَرْزُوقِيْنَ, حَسْبِيَ السَّاتِرُ مِنَ الْمَسْتُورِيْنَ, حَسْبِيَ الناصِرُ مِنَ الْمَنْصُورِيْنَ, حَسْبِيَ القَاهِرُ مِنَ الْمَقْهُورِيْنَ, حَسْبِيَ الَّذِى هُوَحَسْبِي, حَسْبِيَ مَنْ لَمْ يَزَلْ حَسْبِي, حَسْبِيَ اللهُ وَنِعْمَ الْوَكِيْلُ, حَسْبِيَ اللهُ مِنْ جَمِيْعِ خَلْقِهِ.
Hasbiyar-rabbu minal marbuubiin. Hasbiyal khaa-liqu minal makhluqiin. Hasbiyar-razzaaqu minal marzuuqiin. Hasbiyas-Saatiru minal mas-tuuriin. Hasbiyan-naashiru minal manshuuriin. Hasbiyal qaahiru minal maqhuuriin. Hasbi-yalladzii huwa hasbii. Hasbii man lam yazal hasbii. Hasbiyalloohu wa ni’mal wakiil. Hasbiyalloohu min jamii’i khalqihi. 
Cukuplah bagiku ‘Al-Khaliq’ (Tuhan Maha Pen-cipta) sebagai penolongku daripada semua makhluk. Cukuplah bagiku ‘Al-Razzaq’ (TuhanMaha Pemberi rizki) sebagai penolongku daripada semua makhluk yang diberi rizki. Cukuplah bagiku ‘As-Satir’ (Tuhan Yang Menutupi) sebagai penolongku daripada semua makhluk yang ditutupi-Nya. Cukuplah bagiku ‘Al-Nashir’ (Tuhan Penolong) yang menolongku daripada semua makhluk yang diberi pertolongan. Cukuplah bagiku ‘Al-Qahir’ (Tuhan Yang Perkasa) sebagai penolongku daripada semua makhluk yang ditaklukkan-Nya. Cukuplah bagiku Tuhan sebagai penolongku Yang Dia adalah Pencukupku. Cukuplah bagiku Tuhan sebagai Penolongku Yang Dia senantiasa mencukupiku.  Cukuplah Allah menjadi Penolongku dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung. Cukuplah Allah menjadi Penolongku dari seluruh makhluk-Nya


إِنَّ وَلِيِّيَ اللَّهُ الَّذِي نَزَّلَ الْكِتَابَ وَهُوَ يَتَوَلَّى الصَّالِحِينَ. وَإِذَا قَرَأْتَ الْقُرْءَانَ جَعَلْنَا بَيْنَكَ وَبَيْنَ الَّذِينَ لاَ يُؤْمِنُونَ بِالْلاَخِرَةِ حِجَابًا مَسْتُورًا. وَجَعَلْنَا عَلَى قُلُوبِهِمْ أَكِنَّةً أَنْ يَفْقَهُوهُ وَفِي ءَاذَانِهِمْ وَقْرًا وَإِذَا ذَكَرْتَ رَبَّكَ فِي الْقُرْءَانِ وَحْدَهُ وَلَّوْا عَلَى أَدْبَارِهِمْ نُفُورًا.
Inna waliyyiyalloohul-ladzii nazzalal kitaaba wahuwa yatawallas-shaalihiin. Wa idzaa qara`tal qur-aana ja’alnaa bainaka wabainalladziina laa yukminuuna bil aakhirati hijaabam-mastuuraa. Waja’alnaa ‘alaa quluubi-him akinnatan an yafqahuuhu wafii aadzaanihim waqraa. Wa idzaa dzakarta rabbika fil qur-aani wahdahuu wallau ‘alaa adbaarihim nufuuraa.
Sesungguhnya pelindungku ialah Allah yang telah menurunkan Al Kitab (Al Qur'an) dan Dia melindungi orang-orang yang saleh.(QS a-A’raf : 196)
Dan apabila kamu membaca Al Qur'an niscaya Kami adakan antara kamu dan orang-orang yang tidak beriman kepada kehidupan akhirat, suatu dinding yang tertutup. dan Kami adakan tutupan di atas hati mereka dan sumbatan di telinga mereka, agar mereka tidak dapat memahaminya. Dan apabila kamu menyebut Tuhanmu saja dalam Al Qur'an, niscaya mereka berpaling ke belakang karena bencinya.(QS al-Isra’ : 45-56)


فَإِنْ تَوَلَّوْا فَقُلْ حَسْبِيَ اللَّهُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَهُوَ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ (7×).
Fa in tawallau faqul hasbiyalloohu laa ilaaha illaa huwa ‘alaihi tawakkaltu wahuwa rabbul ‘arsyil ‘azhiim (Dibaca 7 x)
Jika mereka berpaling (dari keimanan), maka katakanlah: "Cukuplah Allah bagiku; tidak ada Tuhan selain Dia. Hanya kepada-Nya aku bertawakkal dan Dia adalah Tuhan yang memiliki `Arsy yang agung" (QS at-Taubah : 129).

وَ لاَحَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ العَلِيِّ الْعَظِيْمِ. وَصَلىَّ اللهُ عَلىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ النَّبِيِّ اْلاُمِّيِّ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ.
Walaa haula walaa quwwata illaa billaahil ‘aliyyil ‘azhiim. Washallalloohu ‘alaa syyidinaa muham-madinin-nabiyyil ummiyyi wa’alaa aalihii washah-bihii wasallam.
Tiada daya dan tiada kekuatan melainkan dengan pertolongan Allah Yang Maha Tinggi lagi Maha Agung.
Semoga Allah melimpahkan rahmat ta’zhim dan kesejahteraan kepada junjungan kita, Nabi Muhammad, Nabi yang ‘Ummi’ (buta huruf), beserta keluarga dan para sahabatnya. 


Selanjutnya menghembuskan nafas tanpa berludah ke arah kanan tiga kali, arah kiri tiga kali, arah depan tiga kali, arah belakang tiga kali, lalu diteruskan membaca doa wirid berikut ini :
خَبَأْتُ نَفْسِى فِى خَزَائِنِ بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ, أَقْفَالُهَا ثِقَتِى بِاللهِ, مَفَاتِيْحُهَا لاَحَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ,
Khaba’tu nafsii fii khazaa-ini bismillaahir-rah-maanir-rahiim. Aqfaaluhaa tsiqatii billaah. Mafaatiihuhaa laa haula walaa quwwata illaa billaah.
“Aku sembunyikan diriku didalam gudang simpanan ‘Bismillaahirrah-maanirrahiim’. Grendel (kuncinya) adalah ‘Kepercayaanku pada Allah’. Kunci pembu-kanya adalah ‘Laa haula walaa quwwata illaa billaah’.

أُدَافِعُ بِكَ اللّهُمَّ عَنْ نَفْسِى مَاأُطِيْقُ وَ مَالاَ أُطِيْقُ, لاَطَاقَةَ لِمَخْلُوقٍ مَعَ قُدْرَةِ الْخَالِقِ, حَسْبِيَ اللهُ وَنِعْمَ الوَكِيْلُ, بِخَفِيِّ لُطْفِ اللهِ, بِلَطِيْفِ صُنْعِ اللهِ, بِجَمِيْلِ سِتْرِ الله, دَخَلْتُ فِى كَنَفِ اللهِ, تَشَفَّعْتُ بِسَيِّدِنَا رَسُولِ اللهِ, تَحَصَّنْتُ بِأَسْمَاءِ الله, آمَنْتُ بِالله, تَوَكَّلْتُ عَلَى اللهِ, إدَّخَرْتُ اللهَ لِكُلِّ شِدَّةٍ.
Udaafi’u bikalloohumma ‘an nafsii maa uthiiqu wamaa laa uthiiqu, laa thaaqata limakh-luuqin ma’a qudratil khaaliq. Hasbiyalloohu wa ni’mal wakiil. Bikhafiyyi luthfillaah, bilathiifi shun’illaah, bijamiili sitrillaah. Dakhaltu fii kanafillaah, tasyaffa’tu bisayyidinaa rasuulillaah, tahash-shantu bi-asmaa-illaah, aamantu billaah, tawakkaltu ‘alallooh, iddakhartullooha likulli syiddah. 
Aku melindungi diriku dengan perantaran-Mu, Ya Allah, apa yang aku mampu dan apa yang aku tidak mampu. Tiada kemampuan bagi makhluk berha-dapan dengan kekuasaan Al-Khaliq. Cukuplah Allah sebagai penolongku dan Dia sebaik-baik Pelindung. Berkat rahasia kelemahlembutan Allah, berkat kelemahlembutan penciptaan Allah, dan berkat kein-dahan tirai Allah, aku masuk kedalam perlindungan / naungan Allah; aku memohon syafaat junjungan kita Rasulullah; aku berlindung dengan Asma’ Allah; aku beriman kepada Allah; aku bertawakkal kepada Allah, dan aku memohon perlindungan Allah setiap menga-lami kesempitan.

اللّهُمَّ يَامَنْ إِسْمُهُ مَحْبُوبٌ, وَوَجْهُهُ مَطْلُوبٌ, إِكْفِنِى مَا قَلْبِى مِنْهُ مَرْهُوبٌ, أََنْتَ غَالِبٌ غَيرُ مَغْلُوبٍ, وَصَلىَّ الله عَلىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَآلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ. حَسْبِيَ اللهَ وَنِعْمَ الوَكِيْلُ
Alloohumma yaa man ismuhuu mahbuub, wa waj-huhuu mathluub. Ikfinii maa qalbii min-hu mar-huub, Anta ghaalibun ghairu maghluub.  Washal-lalloohualaa sayyidinaa muhammadin wa aalihii washahbihii wasallam. Hasbiyalloohu wani’mal wakiil.
Ya Allah, wahai Tuhan yang Nama-Nya dicintai dan ‘Wajah-Nya’ selalu dicari, cukupilah aku (dari) sesuatu yang darinya menakutkan hatiku. Engkau Tuhan Yang Mengalahkan, tana pernah terkalahkan.
Semoga Allah melimpahkan rahmat ta’zhim dan kesejahteraan kepada junjungan kita, Nabi Muham-mad, beserta keluarga dan para sahabatnya. Cukuplah Allah sebagai penolongku dan Dia sebaik-baik Pelindung.

___________________________________________

 *) Teks doa diambil dari kitab asli berbahasa arab "Khulashoh Syawariq al-Anwar" (KSA), tulisan DR. Sayyid Muhammad Alawi Al-Maliki al-Hasani

Sabtu, 09 November 2019

RiyadhusH Sholihin karya Imam Nawawi, Kitab Ad-Da’awaaat (16. Kitab Kumpulan Doa), Bab 250. Keutamaan Doa

Hadits #1466

وَعَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهَا قَالَتْ كاَنَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَسْتَحِبُّ الجَوَامِعَ مِنَ الدُّعَاءِ وَيَدَعُ مَا سِوَى ذَلِكَ رَوَاهُ أَبُو دَاوُدَ بِإِسْنَادٍ جَيِّدٍ
Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyukai doa yang jaami’ (singkat namun sarat makna), dan beliau meninggalkan selain itu.” (HR. Abu Daud, dengan sanad jayyid) [HR. Abu Daud, no. 1482. Syaikh Salim bin ‘Ied Al-Hilaly mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih, perawinya tsiqqah]

Faedah Hadits


  1. Doa yang jaami’ adalah doa yang berisi perkara penting, doanya singkat, namun sarat makna.
  2. Disunnahkan berdoa dengan kalimat yang singkat namun mengandung makna kebaikan yang banyak.
  3. Allah memberikan keistimewaan pada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam jawami’ al-kalim, yaitu dengan kalimat yang sedikit bisa mengandung berbagai hukum dan ilmu.
  4. Sebaik-baik kalimat itu yang sedikit namun kandungannya begitu banyak, maka dianjurkan untuk mencapai tujuan dengan cara yang mudah dan lafazh yang gampang.

Referensi:

Bahjah An-Nazhirin Syarh Riyadh Ash-Shalihin. Cetakan pertama, Tahun 1430 H. Syaikh Salim bin ‘Ied Al-Hilali. Penerbit Dar Ibnul Jauzi.